<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Kristen Download - Inilah Kesaksian-ku dan Pemberitaan Injil-ku</title>
	<atom:link href="http://dolfis.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://dolfis.wordpress.com</link>
	<description>Free Full Tutorial komputer, Free Full software Dan Jadilah Pengi-Injil Kristus Melalui Internet, Ajaklah Sesama Saudaramu Seiman....</description>
	<lastBuildDate>Sat, 21 May 2011 15:29:51 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='dolfis.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Kristen Download - Inilah Kesaksian-ku dan Pemberitaan Injil-ku</title>
		<link>http://dolfis.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://dolfis.wordpress.com/osd.xml" title="Kristen Download - Inilah Kesaksian-ku dan Pemberitaan Injil-ku" />
	<atom:link rel='hub' href='http://dolfis.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>:: Komunitas Yahudi di Indonesia ::</title>
		<link>http://dolfis.wordpress.com/2011/05/18/komunitas-yahudi-di-indonesia/</link>
		<comments>http://dolfis.wordpress.com/2011/05/18/komunitas-yahudi-di-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 18 May 2011 14:37:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dolfis</dc:creator>
		
		<guid isPermaLink="false">http://dolfis.wordpress.com/?p=1224</guid>
		<description><![CDATA[IIPAC: Kita Harap Ada Kerjasama Bisnis Pasca HUT Israel  Jakarta - Perayaan kemerdekaan Israel di Puncak, Bogor, Jawa Barat dikecam banyak kalangan. Penyelenggara acara, Direktur Eksekutif Indonesia-Israel Public Affairs Committee (IIPAC) Benjamin Ketang mengaku sudah memahami merayakan HUT Israel melanggar UUD 1945. Lalu mengapa nekat menggelar acara? &#8220;Kalau ada statemen bahwa ini melanggar UUD 1945 dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dolfis.wordpress.com&amp;blog=1043731&amp;post=1224&amp;subd=dolfis&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h2><img class="aligncenter" src="http://dolfis.files.wordpress.com/2011/05/broken-link.jpg?w=600&#038;h=200&#038;h=200" alt="" width="600" height="200" /></h2>
<h2></h2>
<h2><span class="Apple-style-span" style="color:#333399;">IIPAC: Kita Harap Ada Kerjasama Bisnis Pasca HUT Israel </span></h2>
<p><span style="color:#333399;"><span style="color:#000000;"><strong><img class="alignleft" style="margin:2px;" src="http://images.detik.com/content/2011/05/16/159/israel_flag.jpg" alt="" width="200" height="149" />Jakarta</strong> - Perayaan kemerdekaan Israel di Puncak, Bogor, Jawa Barat dikecam banyak kalangan. Penyelenggara acara, Direktur Eksekutif Indonesia-Israel Public Affairs Committee (IIPAC) Benjamin Ketang mengaku sudah memahami merayakan HUT Israel melanggar UUD 1945. Lalu mengapa nekat menggelar acara?</span></p>
<p><span style="color:#000000;">&#8220;Kalau ada statemen bahwa ini melanggar UUD 1945 dan melihat kondisi di Indonesia, kita sudah paham itu semua,&#8221; kata Benjamin.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Maka itu perayaan digelar secara tertutup di Puncak. Acara itu penting tetap digelar karena Komnunitas Pro Lobi Israel punya target yang harus dicapai. </span></p>
<p><span style="color:#000000;">&#8220;Dari pertemuan ini kita harapkan memang akan ada kerjasama-kerjasama di bidang investasi dan bisnis dari pasca peringatan HUT Israel itu,&#8221; jelas Benjamin.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Berikut wawancara detikcom dengan Direktur Eksekutif IIPAC Benjamin Ketang:</span></p>
<p><span style="color:#000000;"><strong>Bagaimana soal perayaan hari kemerdekaan atau HUT Israel yang dirayakan Komunitas Pro Israel?</strong></span></p>
<p><span style="color:#000000;">Begini, jadi saya dan beberapa teman-teman berkumpul di Puncak, Jawa Barat. Memang ini tertutup. Dari pertemuan ini kita harapkan memang akan ada kerjasama-kerjasama di bidang investasi dan bisnis dari pasca peringatan HUT Israel itu. Tema perayaan ini kan “Mutual Responsibility Jewish Good Will”. </span></p>
<p><span style="color:#000000;">Nah bagi teman-teman yang ada seperti di Yogyakarta silakan melaksanakan sesuai otoritasnya masing-masing. Yang dekat merapat ke sini. Jadi memang ada yang berangkat ke sini dan yang hadir tadi (Sabtu, 14 Mei 2011) itu ada 28 orang. Minggu pagi kita mulai kembali, karena ada beberapa temen-teman Yahudi yang pulang ke Singapura juga.</span></p>
<p><span style="color:#000000;"><strong>Banyak penolakan atas perayaan HUT Israel di Indonesia. Bagaimana tanggapan anda?</strong></span></p>
<p><span style="color:#000000;">Saya kira begini. Yang menjadi titik temu dan menjadi keprihatinan kita dengan pernyataan Menlu Marty Natalegawa, seharusnya bisa melakukan diplomasi yang baik. Bukan malah memprovokasi kepada pihak lainnya. </span></p>
<p><span style="color:#000000;">Saya kira mungkin Menlu kurang etis dia mengatakan sesuatu yang sebenarnya komunitas ini bukan di Jakarta saja, tapi juga berasal dari luar negeri. Ini yang saya sesalkan. Kalau ada statemen bahwa ini melanggar UUD 1945 dan melihat kondisi di Indonesia, kita sudah paham itu semua.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Sebenarnya orang Yahudi dari luar negeri ini adalah orang-orang yang ada di sini dan Singapura. Mereka datang karena sedang cuti, dan ada yang pulang ke California, Amerika Serikat. Selebihnya ada yang langsung ke Bali.</span></p>
<p><span style="color:#000000;"><strong>Jadi sebenarnya perayaan itu sudah terlaksana?</strong></span></p>
<p><span style="color:#000000;">Perayaan itu sudah tadi (Sabtu 14 Mei) di sebuah hotel di Puncak. Pertemuan ini kita awali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, lalu menyanyikan lagu kebangsaan Israel, Hatikva dan membaca doa Halil, semacam doa untuk meninggikan orang Israel. Setelah itu kita melakukan semacam gathering dan ngobrol soal tindaklanjut pasca perayaan ini.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Ya sebenarnya juga ini dilakukan semacam diskusi seperti diskusi panel. Bukan sebuah upacara khusus seperti di lapangan terbuka dan sebagainya. Kita ini mengertilah soal psikologi masyarakat kita yang belum memahami gerakan kita ini. Saya sangat menjauhkan rakyat Indonesia untuk salah paham. Padahal sebagai Komunitas Pro Lobi Isreael ini, kita sangat respek bagaimana menjalin strategi, pemberdayaan serta kerjasama ke depan.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Yang lebih penting tadi pagi (Sabtu), eksistensi kita lebih penting daripada memperhatikan statemen-statemen temen-temen yang kurang bisa memahami posisi kita di Indonesia, itu yang penting. Soal penolakan terhadap perayaan HUT Israel memang sempat dibicarakan. </span></p>
<p><span style="color:#000000;">Sebenarnya Komunitas Pro Lobi Israel ini sesungguhnya semua melingkupi berbagai kepentingan di berbagai sisi, di mana ada kepentingan Indonesia untuk memperkuat diplomasi di dunia international, kerjasama bisnis dan investasi antar pengusaha Israel atau keturunan Yahudi di luar negeri lainya untuk bekerjasama dengan Indonesia.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Oleh karena itu, mereka sampai sekarang belum mempercayai itu karena entitas atau secara official kelembagaan kita belum ada. Karenanya mereka sangat mempercayai lembaga Indonesia-Israel Public Affair Committee (IIPAC). Nah, melihat etika dan statemen Menlu Marty Natalegawa, dia tidak memandang posisinya di dunia, dia seperti bukan Menlu, tapi Mendagri.</span></p>
<p><span style="color:#000000;"><strong>Sebenarnya jumlah Komunitas Yahudi di Indonesia ada berapa?</strong></span></p>
<p><span style="color:#000000;">Komunitas Yahudi di Indonesia sebenarnya ada beberapa, ada asli, ada yang memang keturunan dan sebagainya, bahkan ada yang keturunan dari Irak. Komunitas ini sebenarnya ada di Surabaya, Manado, Bandung, Yogyakarta dan Jakarta pun ada. Tapi jumlahnya tidak sebanyak sebelum Indonesia merdeka. Sebelum kemerdekaan di Jakarta, seperti di Pasar Baru itu banyak sekali. Dari data National Jewish Agency disebutkan ada 6.600 orang yang tercatat pada tahun 2008.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Tapi begini, komunitas Yahudi itu ada yang berkerja di AS, Kanada dan Australia, ada yang kerja di kedutaan dan perusahaan swasta. Bahkan di Tel Aviv juga ada. Nah kalau soal ibadah, di Indonesia itu ada yang resmi Sinagog itu cuma di Manado yang dipimpin oleh Rabbi Yaakov Baruch. Mereka banyak yang datang saat melakukan ibadah Sabbath, seperti kemarin malam jam 6 kita melakukan Sabbath. Ini merupakan ciri dan khas ajaran Yahudi.</span></p>
<p><span style="color:#000000;"><strong>Ada tokoh terkenal yang masuk komunitas Yahudi di Indonesia?</strong></span></p>
<p><span style="color:#000000;">Saya melihatnya begini, kalau kemudian ada beberapa pendapat atau lembaga yang mengatasnamakan tokoh Yahudi itu adalah yang mengatakan Jewish Agency. Kalau seperti yang disebutkan sejumlah sumber di internet, seperti Wikipedia sesungguhnya adalah keturunan Yahudi dan kecenderungannya seperti itu. Seperti Ahmad Dani, ibunya seorang Yahudi Sephard.</span></p>
<p><span style="color:#000000;"><strong>Kabarnya banyak artis Indonesia yang Yahudi?</strong></span></p>
<p><span style="color:#000000;">Saya melihatnya begini kalau kemudian ada beberapa pendapaat atau lembaga yang mengatasnamakan tokoh Yahudi di itu adalah yang mengatakan itu Jewish Agency. Kalau seperti diutarakan di internet seperti wikipidia sesungguhnya itu adaah keturunan Yahudi dan kecenderungan seperti itu. Seperti Ahmad Dani, ibunya seorang Yahudi Askelnadi, yang bahasa ibraninya Sephard. Saya juga pernah ketemu sama Ahmad Dani.</span></p>
<p><span style="color:#000000;"><strong>Harapan ke depan apa agar komunitas Yahudi bisa diterima di Indonesia?</strong></span></p>
<p><span style="color:#000000;">Menurut saya, agar bangsa Indoensia lebih diberkati, berbeda pendapat itu wajar. Tapi bagaimana budaya kekerasan, demokrasi dan seperti kasus-Ahmadiyah itu menjadi titik balik bagi agenda kita, yaitu soal keamanan tidak hanya di sini, tapi di seluruh dunia. Bahwa kita ini, Holocaust menjadikan pelajaran dan trauma mendalam bagi umat Yahudi di seluruh dunia. Makanya, kenapa ada yang keluar Eropa sampai Indonesia ini.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Yang penting saat ini adalah bagaimana elit politik dan tokoh masyarakat Indonesia tidak memprovokasi atau memberikan semacam pendidikan politik soal bangsa ini. Ini yang lebih penting saya kira untuk menghormati dan tidak menjadikan ini komoditas politik. Kalau ini terlalu dibicarakan terus menerus, bagaimana agenda agar rakyat Indonesia lebih sejahtera dan terjamin itu akan tidak tergarap.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Makanya, apa yang kita lakukan ini untuk memperjuangkan diplomasi hubungan Indonesia dan Israel. Termasuk bagaimana keinginan kita adanya kantor diploatik Israel di Jakarta sesuai dengan Protokol Indonesia-Israel dalam IIPAC ini. Kita juga sudah berkomunikasi dengan beberapa lembaga dan funding bahwa kita akan mengkampanyekan kerjasama bagaimana calon presiden dalam pilpres mendatang mencari calon yang pro Israel. Ini saya kira yang penting. Lalu kenapa kita persiapkan kantor representatif di seluruh Indonesia yang pro lobi Israel.</span></p>
<p><span style="color:#000000;"><strong>Apakah konflik Israel dan Palestina menjadi perhatian atau agenda di IIPAC juga?</strong></span></p>
<p><span style="color:#000000;">Saya kira begini, kita lebih memposisikan bukan sebagai mediator soal kasus konflik Israel dan Palestina. Itu kan posisi pemerintah Indonesia untuk memediatori penyelesaian konflik di sana. Bagaimana fungsi Menlu Indonesia. Kalau job description IIPAC bukan itu, kita hanya mengembangkan kerjasama bisnis dan investasi saja. Penyelesaian konflik Israel dan Palestina bukan kita, tapi pemerintah.</span></span></p>
<p><span style="color:#333399;">Sumber : (<a href="http://www.detiknews.com/read/2011/05/16/182713/1640954/159/iipac-kita-harap-ada-kerjasama-bisnis-pasca-hut-israel">http://www.detiknews.com/read/2011/05/16/182713/1640954/159/iipac-kita-harap-ada-kerjasama-bisnis-pasca-hut-israel</a></span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dolfis.wordpress.com/1224/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dolfis.wordpress.com/1224/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dolfis.wordpress.com/1224/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dolfis.wordpress.com/1224/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dolfis.wordpress.com/1224/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dolfis.wordpress.com/1224/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dolfis.wordpress.com/1224/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dolfis.wordpress.com/1224/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dolfis.wordpress.com/1224/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dolfis.wordpress.com/1224/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dolfis.wordpress.com/1224/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dolfis.wordpress.com/1224/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dolfis.wordpress.com/1224/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dolfis.wordpress.com/1224/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dolfis.wordpress.com&amp;blog=1043731&amp;post=1224&amp;subd=dolfis&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dolfis.wordpress.com/2011/05/18/komunitas-yahudi-di-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/25d62bcab0a4112f1cf7bcbe41437c9b?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dolfis</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://dolfis.files.wordpress.com/2011/05/broken-link.jpg?w=600&#38;h=200" medium="image" />

		<media:content url="http://images.detik.com/content/2011/05/16/159/israel_flag.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>:: Kasihilah Musuhmu ::</title>
		<link>http://dolfis.wordpress.com/2011/05/05/kasihilah-musuhmu/</link>
		<comments>http://dolfis.wordpress.com/2011/05/05/kasihilah-musuhmu/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 04 May 2011 19:02:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dolfis</dc:creator>
				<category><![CDATA[:: Hukum Kasih]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dolfis.wordpress.com/?p=1031</guid>
		<description><![CDATA[Ayat bacaan: Matius 5:44 &#8220;Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.&#8221; Semua orang pasti pernah punya pengalaman memandang seseorang sebagai musuh. Mungkin saat inipun anda masih memiliki list panjang berisi orang2 yang anda anggap sebagai musuh. Ada banyak alasan menjadikan orang sebagai musuh. Misalnya orang tersebut pernah menyakiti kita, mengkhianati [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dolfis.wordpress.com&amp;blog=1043731&amp;post=1031&amp;subd=dolfis&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Ayat bacaan: Matius 5:44</strong></p>
<p><strong><br />
</strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong><span style="color:#800000;">&#8220;Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.&#8221;</span></strong></p>
<p style="text-align:left;"><span style="color:#000000;">Semua orang pasti pernah punya pengalaman memandang seseorang sebagai musuh. Mungkin saat inipun anda masih memiliki list panjang berisi orang2 yang anda anggap sebagai musuh. Ada banyak alasan menjadikan orang <img class="alignleft" title="Kasihilah Musuhmu 2" src="http://dolfis.files.wordpress.com/2011/05/jesussaidloveyourenemies.jpg?w=280&#038;h=187" alt="" width="280" height="187" />sebagai musuh. Misalnya orang tersebut pernah menyakiti kita, mengkhianati kita, menipu dan lain sebagainya. Permusuhan berjalan beriringan dengan sakit hati. Orang yang menganggap seseorang sebagai musuh akan selalu ingin membalas perbuatan jahat. Dendam dan kebencian tidak lagi dapat dihindarkan, dan semakin lama rasa ini akan semakin dalam, hingga kita sering mendengar ucapan: &#8220;tidak akan saya maafkan hingga tujuh turunan!&#8221;</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Dalam hidup kita tidak bisa menghindari benturan dengan orang lain. Ada kalanya kita akan merasa disakiti. Itu wajar karena manusia adalah mahluk yang tidak luput dari kekeliruan. Tuhan Yesus mengajarkan sebuah ajaran yang baru dihadapan murid2Nya dan orang banyak. Tidak ada prinsip mata ganti mata, melainkan ajakan untuk mengasihi musuh. Bagaimana caranya? dengan tidak membalas perbuatan buruk mereka bahkan berdoa bagi mereka. Mengapa kita harus mengasihi musuh kita? bukankah kita disakiti atau dikecewakan? Kita melakukan hal itu karena kita adalah anak2 Allah. Bukankah dari Bapa yang sempurna, kita anak2Nya juga harus mampu mencerminkan hal itu? ketika orang dunia juga mampu mengasihi atau memberi salam? bukankah orang2 dunia juga mampu mengampuni? Apa jadinya jika kita yang mengaku anak2 Allah malah sulit untuk mengampuni atau mengasihi musuh?</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Teman2, siapakah musuh anda saat ini? Saudara kandung atau keluarga yang tidak membantu anda? Teman sekantor atau sekelas yang mengecewakan anda? tetangga yang sinis? Orang tua yang tidak pernah menghargai keberadaan anda? atau diri anda sendiri? berdamailah. Sadarkan mereka dengan tindakan mengasihi dan doakanlah terus. Sebagai anak2 Allah, kita harus mampu keluar dari permusuhan dan menunjukkan kasih melalui doa dan perbuatan.</span><strong></strong></p>
<p style="text-align:left;"><span style="color:#000000;">Sumber :</span> (<a href="http://renungan-harian-online.blogspot.com/2008/06/kasihilah-musuhmu.html">http://renungan-harian-online.blogspot.com/2008/06/kasihilah-musuhmu.html</a>)</p>
<h3><span style="color:#800000;"><span style="color:#800000;">LOVE YOUR ENEMIES</span></span></h3>
<div id="post-body-1466229283899819362">
<div><span style="color:#000000;">Tetapi kepada kamu, yang mendengarkan Aku, Aku berkata: Kasihilah musuhmu, berbuatlah baik kepada orang yang membenci kamu. Luk. 6:27.</span></div>
</div>
<p><span style="color:#000000;"><a href="http://dolfis.files.wordpress.com/2011/05/robert_edward_lee.jpg"><span style="color:#000000;"><img class="alignright" style="border-color:initial;border-style:initial;border-width:0;" src="http://dolfis.files.wordpress.com/2011/05/robert_edward_lee.jpg?w=135&#038;h=200" alt="" width="135" height="200" border="0" /></span></a>Suatu kali Jenderal Robert Edward Lee (19/01/1907 &#8211; 12/10/1870), jenderal Amerika yang terkenal saat terjadi Perang Saudara, dipanggil Presiden David Jefferson, presiden konfederasi, dan diminta komentarnya tentang seorang perwira lainnya. Jenderal Lee mengatakan hal-hal yang baik mengenai perwira itu, padahal perwira itu musuhnya dalam setiap kesempatan. Ketika melihat hal itu, seorang perwira lain bertanya dengan penuh keheranan, &#8220;Jenderal, tidakkah engkau tahu bahwa perwira yang engkau sanjung-sanjung di hadapan presiden itu adalah musuhmu yang paling besar yang senantiasa menjelek-jelekkanmu di depan orang lain?&#8217;</span></p>
<p><span style="color:#000000;">&#8220;Ya,&#8221; jawab Jenderal Lee, &#8220;tetapi Presiden menanyakan pendapat saya tentang dia. Presiden tidak menanyakan pendapat perwira itu tentang saya.&#8221;</span></p>
<p><span style="color:#000000;">THINGS TO LEARN:</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Yesus mengajarkan dalam Lukas 6:27-36 bagaimana kita hidup di tengah-tengah masyarakat. Persaingan atau kompetisi pasti ada dalam kehidupan kita bersama orang lain (termasuk dalam bisnis, olah raga atau bidang yang lainnya). Yesus mengajarkan kita agar mengasihi &#8216;musuh&#8217; kita. Di sini bukan berarti mengasihi dengan kasih eros, tapi bagaimana sikap kita terhadap mereka, yaitu: dengan cara tidak menjelek-jelekkan &#8216;musuh&#8217; atau &#8216;kompetitor&#8217; kita, melainkan menunjukkan perhatian, respek dan bahkan mendoakannya (Mat. 5:44)&#8230; Inilah kasih Agape.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Sikap kekristenan kita itu diuji, pada saat kita berhadapan dengan &#8216;musuh&#8217; atau kompetitor kita. Kalau kita melakukan perbuatan baik, karena kita diperlakukan baik (mengasihi, karena orang lain mengasihi kita), itu tidak ada bedanya dengan orang jahat (Luk. 6:32-33). Orang jahat melakukan sesuatu kebaikan itu pada dasarnya untuk mendapatkan balasan. Nah, kalau kita melakukan suatu kebaikan karena mempunyai motivasi untuk memperoleh kebaikan atau ingin mendapat balasannya, maka itu tidak beda dengan orang jahat (Luk. 6:34). Rasul Paulus juga mengingatkan kita bahwa jangan membalas kejahatan dengan kejahatan, melainkan kita harus berbuat baik kepada semua orang (1Tes. 5:15). Ingat: Kasih merupakan inti ajaran TUHAN YESUS dan itu merupakan hakikat dari watak BAPA DI SURGA, jadi</span>  <span style="color:#800000;"><strong>LOVE YOUR ENEMIES!</strong></span></p>
<p style="text-align:left;">Sumber: (http://5menitrenungan.blogspot.com/2010_09_01_archive.html)</p>
<p style="text-align:left;"><strong><br />
</strong></p>
<h2 style="text-align:center;"></h2>
<h2 style="text-align:center;"></h2>
<h2 style="text-align:center;"></h2>
<h2 style="text-align:center;"><span style="color:#ff0000;"><em><span style="text-decoration:underline;"><strong>Mengasihi dan mendoakan musuh tidak akan sulit bagi anak2 Allah sejati.</strong></span></em></span></h2>
<p style="text-align:left;"><strong><span class="Apple-style-span" style="font-weight:normal;"><img class="aligncenter" title="Sudahkah Anda Berdoa...???" src="http://dolfis.files.wordpress.com/2007/06/berdoa1.jpg?w=600&#038;h=200" alt="" width="600" height="200" /><br />
</span></strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dolfis.wordpress.com/1031/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dolfis.wordpress.com/1031/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dolfis.wordpress.com/1031/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dolfis.wordpress.com/1031/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dolfis.wordpress.com/1031/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dolfis.wordpress.com/1031/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dolfis.wordpress.com/1031/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dolfis.wordpress.com/1031/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dolfis.wordpress.com/1031/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dolfis.wordpress.com/1031/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dolfis.wordpress.com/1031/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dolfis.wordpress.com/1031/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dolfis.wordpress.com/1031/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dolfis.wordpress.com/1031/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dolfis.wordpress.com&amp;blog=1043731&amp;post=1031&amp;subd=dolfis&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dolfis.wordpress.com/2011/05/05/kasihilah-musuhmu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/25d62bcab0a4112f1cf7bcbe41437c9b?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dolfis</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://dolfis.files.wordpress.com/2011/05/jesussaidloveyourenemies.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Kasihilah Musuhmu 2</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://dolfis.files.wordpress.com/2011/05/robert_edward_lee.jpg?w=200" medium="image" />

		<media:content url="http://dolfis.files.wordpress.com/2007/06/berdoa1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Sudahkah Anda Berdoa...???</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>:: Jangan Bergembira Dengan Kematian Osama ::</title>
		<link>http://dolfis.wordpress.com/2011/05/05/jangan-bergembira-dengan-kematian-osama/</link>
		<comments>http://dolfis.wordpress.com/2011/05/05/jangan-bergembira-dengan-kematian-osama/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 04 May 2011 18:26:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dolfis</dc:creator>
				<category><![CDATA[:: Hukum Kasih]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dolfis.wordpress.com/?p=1027</guid>
		<description><![CDATA[KEMATIAN Osama bin Laden, gembong teroris, disambut gembira dan sukacita di berbagai belahan dunia, khususnya di Amerika Serikat. Tetapi, sebagai orang Kristen, haruskah kita bergembira atau bersyukur atas kematian orang lain, sekalipun orang itu dinyatakan bertanggung jawab atas berbagai kerusakan dan kehancuran kemanusiaan? Pastor Frederico Lombardi, Juru Bicara Vatican justru mengingatkan kepada seluruh umat Katolik [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dolfis.wordpress.com&amp;blog=1043731&amp;post=1027&amp;subd=dolfis&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify"><span style="color:#000000;"><strong>KEMATIAN</strong> Osama bin Laden, gembong teroris, disambut gembira dan <img class="alignleft" title="Kasihilah Musuhmu" src="http://reformata.com/includes/image.php?m=news&amp;id=5670&amp;w=298&amp;h=220" alt="" width="297" height="219" />sukacita di berbagai belahan dunia, khususnya di Amerika Serikat. Tetapi, sebagai orang Kristen, haruskah kita bergembira atau bersyukur atas kematian orang lain, sekalipun orang itu dinyatakan bertanggung jawab atas berbagai kerusakan dan kehancuran kemanusiaan?</span></p>
<p align="justify"><span style="color:#000000;">Pastor Frederico Lombardi, Juru Bicara Vatican justru mengingatkan kepada seluruh umat Katolik untuk tidak boleh bergembira atas kematian orang tersebut.</span></p>
<p align="justify"><span style="color:#000000;">Menurut Lombardi, seseaat setelah berita kematian Osama dirilis (2/5), Osama bin Laden adalah orang yang paling bertanggung jawab mempromosikan perpecahan antarmanusia dan menyebar benih kebencian di antara masyarakat. Dia telah menyebabkan kematian banyak orang yang tidak berdosa, ribuan dan tak terhitung jumlahnya. Dia juga memanfaatkan agama untuk tujuan ini semacam itu.</span></p>
<p align="justify"><span style="color:#000000;">Meskipun demikian, masih menurut imam Jesuit dari Italia ini, “Berhadapan dengan kematian seseorang,orang Kristen tidak pernah boleh bergembira.” Lombardi justru mengajak orang Katolik untuk, dalam situasi seperti ini, merefleksikan secara serius makna tanggung jawab yang diemban setiap orang Kristen di hadapan Allah dan manusia.</span></p>
<p align="justify"><span style="color:#000000;">Dengan cara demikian, menurut Lombardi, orang Katolik berharap dan bertekad menjadi orang yang bertanggung jawab, baik bagi dirinya maupun bagi orang lain, mengusahakan agar ke depannya tidak akan ada lagi satu kesempatan, sekecil apapun itu, yang memberi peluang kepada timbulnya pertentangan dan kebencian antarmanusia. Hanya dengan demikian, menurut Lombardi dan iman Katolik, perdamaian sejati di dunia bisa diwujudkan. Hans/Kompasiana</span></p>
<p align="justify"><span style="color:#000000;">Sumber :</span> (<a href="http://reformata.com/05670-jangan-bergembira-dengan-kematian-osama.html">http://reformata.com/05670-jangan-bergembira-dengan-kematian-osama.html</a>)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dolfis.wordpress.com/1027/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dolfis.wordpress.com/1027/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dolfis.wordpress.com/1027/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dolfis.wordpress.com/1027/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dolfis.wordpress.com/1027/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dolfis.wordpress.com/1027/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dolfis.wordpress.com/1027/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dolfis.wordpress.com/1027/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dolfis.wordpress.com/1027/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dolfis.wordpress.com/1027/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dolfis.wordpress.com/1027/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dolfis.wordpress.com/1027/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dolfis.wordpress.com/1027/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dolfis.wordpress.com/1027/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dolfis.wordpress.com&amp;blog=1043731&amp;post=1027&amp;subd=dolfis&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dolfis.wordpress.com/2011/05/05/jangan-bergembira-dengan-kematian-osama/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/25d62bcab0a4112f1cf7bcbe41437c9b?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dolfis</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://reformata.com/includes/image.php?m=news&#38;id=5670&#38;w=298&#38;h=220" medium="image">
			<media:title type="html">Kasihilah Musuhmu</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>:: Kebangkitan Dan Kenaikan Yesus Memang Sulit Diterima Akal ::</title>
		<link>http://dolfis.wordpress.com/2011/05/05/kebangkitan-dan-kenaikan-yesus-memang-sulit-diterima-akal/</link>
		<comments>http://dolfis.wordpress.com/2011/05/05/kebangkitan-dan-kenaikan-yesus-memang-sulit-diterima-akal/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 04 May 2011 18:12:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dolfis</dc:creator>
				<category><![CDATA[:: Hukum Kasih]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dolfis.wordpress.com/?p=1023</guid>
		<description><![CDATA[KENAIKAN  Tuhan Yesus ke surga, sebagai puncak drama penebusan di kayu salib, kemenangan atas dosa dan maut dengan kebangkitan-Nya, yang ditutup dengan mukjizat terakhir yang dilakukan-Nya selama di bumi, yaitu Ia menunjukkan kepenuhan tubuh kebangkitan, ia tidak lagi terikat dimensi ruang dan waktu yang alami, dan Ia pergi kembali kepada Bapa di surga dari mana [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dolfis.wordpress.com&amp;blog=1043731&amp;post=1023&amp;subd=dolfis&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color:#000000;"><strong>KENAIKAN</strong>  Tuhan Yesus ke surga, sebagai puncak drama penebusan di kayu salib, kemenangan atas dosa dan maut dengan kebangkitan-Nya, yang ditutup dengan mukjizat terakhir yang dilakukan-Nya selama di bumi, yaitu Ia menunjukkan kepenuhan tubuh kebangkitan, ia tidak lagi terikat dimensi ruang dan waktu yang alami, dan Ia pergi kembali kepada Bapa di surga dari <img class="alignleft" title="Kebangkitan Dan Kenaikan : Jaminan Keselamtan bagi Manusia" src="http://reformata.com/includes/image.php?m=news&amp;id=4568&amp;w=298&amp;h=220" alt="" width="297" height="219" />mana Ia bersama Bapa dan Roh Kudus akan membimbing umat-Nya sampai kesudahan alam, sampai hari penghakiman kelak. Pemikiran sederhana kita membayangkan bahwa Yesus itu naik ke surga ibarat melayang tinggi seperti balon udara, dan melayang-layang di antara galaksi. Pemikiran ini ibarat pemikiran anak kecil yang baru masuk sekolah taman-kanak-kanak (TK) yang baru terbuka pemikirannya bahwa dunia pendidikan itu sebatas ruang kelas di mana ia pertama kali memasuki dunia pen-didikan yang lebih luas dari rumahnya, padahal anak-anak TK masa kini melihat dunia tidak lagi sebatas itu, anak-anak SD sekarang sudah mengenal dunia tidak sekadar apa yang mereka lihat di buku-buku teks melainkan juga di dunia maya, dunia yang tidak ter-bayangkan sebelumnya kecuali kalau kita sudah memasukinya secara riil.    Demikianlah kita melihat kenaikan Tuhan Yesus yang sulit untuk dimengerti akal manusia sebab di samping pengertian dan pengakuan kognitif seperti penger-tian orang mengenai hukum gravitasi sebelum Newton mengemukakan gagasan-nya, diperlukan pengertian intuitif yang lebih luas yang diterima dengan iman. Gejala apakah yang kita ketahui dari Alkitab tentang Kenaikan Yesus ke surga?</span><br />
<span style="color:#000000;"> Kebangkitan dan Kenaikan Ke Surga adalah dua hal sepaket yang menunjukkan kemenangan Tuhan Yesus Kristus mengatasi alam tiga dimensi yang terbatas menuju alam empat dimensi yang tidak terbatas, demikian juga kemenangan atas alam maut dan dosa menuju alam hidup dan kebenarannya (1Kor.15). Kebangkitan Yesus bukan saja terlihat oleh para murid Yesus yang dua belas itu tetapi oleh lebih dari 500 orang sekaligus (1Kor.15)! Kenaikan Yesus ke surga menjadi dasar penulisan kitab Kisah Rasul yang menandai era berdirinya gereja Kristen, dan menggenapkan kenyataan bahwa Allah Bapa di surga telah memeteraikan Anak-Nya Yesus sebagai Tuhan dan Kristus (Kis.2:21-36) yang menjadi kesaksian di Yudea, Samaria, sampai ke Ujung Bumi (Kis.1:8).</span><br />
<span style="color:#000000;"> Di kalangan astronomi, sekarang berkembang pengertian yang lebih luas bahwa alam semesta ini bukan bersifat linear maupun tiga dimensional saja, karena makin manusia membuka diri terhadap alam realita, mereka makin dihadapkan pada kemungkinan yang tidak terelakkan bahwa ada alam paralel yang keberadaannya bertumpang-tindih dengan alam tiga dimensi yang kasat mata ini, namun memiliki dimensi ruang dan waktu yang berbeda dengan dimensi ruang dan waktu tiga dimensi yang kita kenal selama ini. Banyak gejala alam menunjukkan bahwa keberadaan alam maya di luar alam nyata, atau alam baqa di luar alam fana tidak terpungkiri sekalipun manusia belum mampu menguaknya secara keterbatasan rasional yang dimiliki manusia sejauh ini.</span></p>
<p><span style="color:#000000;"><strong>Tidak terikat ruang dan waktu</strong></span><br />
<span style="color:#000000;"> Beberapa lokasi seperti Segitiga Bermuda menunjukkan adanya pertemuan antara dimensi yang tiga itu dengan dimensi maya, dan banyak kejadian di bumi menujukkan adanya fenomena yang tidak terikat oleh ruang dan waktu tiga dimensi yang kita kenal. Buku-buku pa-ranormal menunjukkan banyaknya kenyataan tentang terobosan dunia maya/baqa ke dunia nyata/fana. Menolak kenyataan itu sebagai tidak mungkin karena tidak mematuhi hukum alam yang kita kenal sekarang hanya menunjukkan sikap keterbelakangan yang tidak membuka diri terhadap kemajuan dengan segala kemungkinan baru yang terbuka di depan kita. Hukum-hukum alam yang kita kenal sekarang kelihatannya baru mencakup sebagian fenomena alam (yang tiga dimensional) dan masih banyak hukum alam (yang multidimensional) kita nantikan kehadiran-Nya.</span><br />
<span style="color:#000000;"> Kebangkitan dan Kenaikan Yesus memang masih sulit diterima akal budi orang modern, namun kalau manusia modern sudah bisa menerima hubungan nir-kabel komputernya ke seluruh dunia mengapa kita tidak membuka kemungkinan hubungan dir-kabel dalam doa ke surga dan alam multidimensi? Yesus telah berada dalam dunia surgawi yang siap akan datang kembali ke bumi untuk menghakimi dunia, karena itu tidak ada hal lain yang bisa kita kerjakan selain menantikan kedatangan-Nya kembali ke dunia tiga dimensi untuk kedua kalinya yang siap menyelamatkan orang percaya dan menghakimi orang yang tidak percaya. <strong> Hans/YABINA ministry</strong></span></p>
<p><span style="color:#000000;">Sumber :</span> (<a href="http://reformata.com/04568-kebangkitan-dan-kenaikan-yesus-memang-sulit-diterima-akal.html">http://reformata.com/04568-kebangkitan-dan-kenaikan-yesus-memang-sulit-diterima-akal.html</a>)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dolfis.wordpress.com/1023/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dolfis.wordpress.com/1023/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dolfis.wordpress.com/1023/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dolfis.wordpress.com/1023/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dolfis.wordpress.com/1023/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dolfis.wordpress.com/1023/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dolfis.wordpress.com/1023/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dolfis.wordpress.com/1023/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dolfis.wordpress.com/1023/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dolfis.wordpress.com/1023/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dolfis.wordpress.com/1023/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dolfis.wordpress.com/1023/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dolfis.wordpress.com/1023/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dolfis.wordpress.com/1023/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dolfis.wordpress.com&amp;blog=1043731&amp;post=1023&amp;subd=dolfis&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dolfis.wordpress.com/2011/05/05/kebangkitan-dan-kenaikan-yesus-memang-sulit-diterima-akal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/25d62bcab0a4112f1cf7bcbe41437c9b?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dolfis</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://reformata.com/includes/image.php?m=news&#38;id=4568&#38;w=298&#38;h=220" medium="image">
			<media:title type="html">Kebangkitan Dan Kenaikan : Jaminan Keselamtan bagi Manusia</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>:: Kristen, Tetapi Bukan Pengikut Kristus ::</title>
		<link>http://dolfis.wordpress.com/2011/05/05/kristen-tetapi-bukan-pengikut-kristus/</link>
		<comments>http://dolfis.wordpress.com/2011/05/05/kristen-tetapi-bukan-pengikut-kristus/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 04 May 2011 17:59:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dolfis</dc:creator>
				<category><![CDATA[:: Hukum Kasih]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dolfis.wordpress.com/?p=1019</guid>
		<description><![CDATA[Pdt. Bigman Sirait KRISTEN sering hanya menjadi sekadar identitas bagi seseorang. Maka setiap kita perlu bertanya pada diri sendiri: Apakah kita Kristen orang yang terhormat menjadi pengikut Kristus? Pengikut Kristus harus punya suatu gaya hidup kristiani, yang sesuai dengan kehendak Kristus, gaya hidup yang memberi kita identitas bahwa kita adalah  pengikut Kristus, bukan pengikut dunia. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dolfis.wordpress.com&amp;blog=1043731&amp;post=1019&amp;subd=dolfis&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify"><span style="color:#000080;"><strong>Pdt. Bigman Sirait</strong></span></p>
<p align="justify"><span style="color:#000080;"><strong><br />
</strong></span></p>
<p align="justify"><span style="color:#000000;"><strong>KRISTEN</strong> sering hanya menjadi sekadar identitas bagi seseorang. Maka setiap kita perlu bertanya pada diri sendiri: Apakah kita Kristen orang yang terhormat menjadi pengikut Kristus? Pengikut Kristus harus punya suatu <img class="alignleft" title="Kristen KTP" src="http://reformata.com/includes/image.php?m=news&amp;id=5553&amp;w=298&amp;h=220" alt="" width="297" height="219" />gaya hidup kristiani, yang sesuai dengan kehendak Kristus, gaya hidup yang memberi kita identitas bahwa kita adalah  pengikut Kristus, bukan pengikut dunia. Identitas yang jelas, bisa dikenal semua orang. Dalam Kisah Para Rasul 11: 26 dikisahkan tentang kehidupan orang-orang Kristen yang dianggap, unik, aneh di tengah-tengah masyarakat kafir, pemuja banyak tuhan (politeisme). Bagi warga Antiokhia saat itu, orang-orang Kristen itu lain, tidak masuk akal. Orang Kristen dianggap aneh dan bodoh. Orang-orang Kristen tampak terlalu sopan di tengah kehidupan yang sangat vulgar dan borjuis</span><br />
<span style="color:#000000;"> Ketika kita berani menyebut diri sebagai orang Kristen, tugas dan tanggung jawab kita untuk menjadi orang terhormat, menjadi pengikut Kristus yang sekaligus menghormati gaya hidup Kristen. Gaya hidup kristiani sesuai dengan ketetapan-ketetapan Kristus, bukan ketetapan gereja, golongan, tetapi harus mengacu jauh ke dalam kebenaran firman. Karena kita pengikut Kristus, ikuti saja jejak-Nya. Karena kita pengikut Kritus, ikuti saja yang dilakukan-Nya. Kristen harus mempunyai spirit yang sangat kuat. Kekristenan membuat kita menjadi orang yang siap hidup berbeda dengan yang bukan Kristen, dalam kualitas iman dan moral.</span></p>
<p align="justify"><span style="color:#000000;">Anda tidak perlu membuktikan sebagai orang Kristen yang baik dengan cara,  misalnya, memegang tampuk kekuasaan lalu mengendalikan orang lain. Anda tidak perlu menyebut diri Kristen yang baik dengan memaksa orang lain menyebut Anda baik.  Supaya disebut orang Kristen yang baik, Anda tidak perlu membayar kiri kanan.  Siap berbeda dengan orang yang bukan Kristen, bukan dengan cara seperti itu. Tetapi  seperti kata Roma 12: 2, kita berubah sehingga tidak sama dengan dunia ini. Berubah karena pembaruan budi yang dikerjakan Roh Kudus. Berubah sehingga kita mengerti apa yang menjadi kehendak Allah.</span></p>
<p align="justify"><span style="color:#000000;">Siapkah Saudara menjadi tidak sama dengan dunia ini? Siap berbeda untuk menunjukkan kualitas iman, kualitas moral? Sebagai orang Kristen omongan kita harus bisa dipegang. Jangan seperti orang lain yang omongannya tidak bisa dipegang. Kita memang beda. Sebab bagaimanapun kualitas iman kita adalah kualitas iman yang mengacu pada semangat gairah untuk mengekspresikan cinta kasih, bukan membalas dendam. Semangat kita bukan sekadar untuk menjadi yang paling banyak, sehingga paling berkuasa, tetapi paling banyak membagi berkat dan cinta kasih. Sehingga setiap orang Kristen, sekalipun berbeda di tengah-tengah gelombang jaman yang materialistis, mampu mengendalikan diri dari hawa nafsu sehingga tidak menghalalkan segala cara untuk cari uang. Ia menjadi orang yang hormat dan sungkan, tidak mengatasnamakan agama untuk mencari uang, tidak menjual penderitaan orang lain demi uang.</span></p>
<p align="justify"><span style="color:#000000;">Orang Kristen adalah orang yang sadar akan komitmennya menjadi murid Kristus, dan siap menerima segala konsekuensi yang akan muncul. Kita tidak boleh berubah di tengah jalan. Ketika Anda menjadi seorang Kristen, maka itulah komitmen yang harus disadari sepenuhnya, bahwa menjadi pengikut Kristus itu memang begitu risikonya. Kita musti hidup sungguh-sungguh, hidup sepadan dengan apa yang dituntut-Nya.</span></p>
<p><span style="color:#000000;"><strong>Komitmen melayani Tuhan</strong></span></p>
<p align="justify"><span style="color:#000000;">Seorang Kristen harus setia kepada komitmennya untuk mau melayani Tuhan. Seorang Kristen harus setia untuk mau menyatakan komitmennya mengikut jejak Kristus.</span><br />
<span style="color:#000000;"> Kristen tidak mengimingi orang lain dengan hal-hal yang bersifat duniawi, tetapi bagai-mana kejujuran batin kita, gaya hidup kita, karya nyata kita, supaya orang lain tahu siapa kita, dan akhirnya mereka juga berkata, “Aku pun mau jadi pengikut Kristus”. Adakah hal-hal se-perti itu yang terjadi? Atau justru umpatan yang kita dapat?</span></p>
<p align="justify"><span style="color:#000000;">Sering dalam perjalanan hidup, kita tidak setia dengan komitmen awal kita. Saat dalam  kesusahan, dekat sekali dengan Tuhan, hidup penuh kejujuran, apa adanya. Waktu punya uang sedikit, kita mulai neko-neko. Punya banyak uang, larilah segalanya. Perilaku berubah total, karena sudah menjadi liar karena uang. Omongan kita tidak bisa lagi dipegang, tidak lagi jujur, karena sudah gila karena uang.</span></p>
<p align="justify"><span style="color:#000000;">Kita semua bisa jatuh ke dalam jurang yang sama. Kita bisa mengalami perubahan dari kemajuan menuju kehancuran. Perubahan yang bukan ke positif, tetapi negatif. Kita berubah: dulu baik, sekarang tidak baik. Padahal kekristenan seharusnya perubahan dari yang tidak baik menjadi baik. Tetapi rupanya realita jaman, daya tarik alam semesta ini sangat kuat, sehingga banyak orang yang gelap mata terhadap glamour kehidupan, akhirnya menyangkali kejujuran iman. Mungkin demi mobil, rumah, jabatan, jodoh, atau kenikmatan yang mungkin tidak pernah dia miliki. Ini berbahaya.</span></p>
<p align="justify"><span style="color:#000000;">Ketika menyebut diri sebagai seorang Kristen apakah Anda sadar dengan semua itu? Atau sekadar karena lahir dalam keluarga Kristen? Identitas di KTP? Maka perlu kejujuran untuk memeriksa diri dengan baik, di mana kita berada, dan bagaimana seharusnya kita hidup. Berhentilah sejenak, memikir ulang: adakah saya sungguh-sungguh mengikuti Kristus, sehingga saya berani menyebut diri saya Kristen? Adakah saya betul-betul hidup menjadi berkat sehingga orang-orang akhirnya tahu siapa itu pengikut Kristus, karena melihat hidup saya?</span></p>
<p align="justify"><span style="color:#000000;">Karena itu berdoalah. Jangan menjadi seorang Kristen yang belum menjadi Kristen. Jangan mengaku Kristen namun belum menjadi pengikut Kristus. Berhenti sejenak dan berdoa: Kiranya hari ini Tuhan, aku menjadi seorang Kristen yang Kristen, Kristen yang mengikut Kristus.v</span><br />
<span style="color:#000000;"> (Diringkas dari kaset khotbah oleh Hans P. Tan)</span></p>
<p align="justify"><span style="color:#000000;">Sumber :</span> (<a href="http://reformata.com/05553-kristen-tetapi-bukan-pengikut-kristus.html">http://reformata.com/05553-kristen-tetapi-bukan-pengikut-kristus.html</a>)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dolfis.wordpress.com/1019/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dolfis.wordpress.com/1019/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dolfis.wordpress.com/1019/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dolfis.wordpress.com/1019/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dolfis.wordpress.com/1019/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dolfis.wordpress.com/1019/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dolfis.wordpress.com/1019/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dolfis.wordpress.com/1019/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dolfis.wordpress.com/1019/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dolfis.wordpress.com/1019/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dolfis.wordpress.com/1019/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dolfis.wordpress.com/1019/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dolfis.wordpress.com/1019/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dolfis.wordpress.com/1019/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dolfis.wordpress.com&amp;blog=1043731&amp;post=1019&amp;subd=dolfis&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dolfis.wordpress.com/2011/05/05/kristen-tetapi-bukan-pengikut-kristus/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/25d62bcab0a4112f1cf7bcbe41437c9b?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dolfis</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://reformata.com/includes/image.php?m=news&#38;id=5553&#38;w=298&#38;h=220" medium="image">
			<media:title type="html">Kristen KTP</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>:: Meski Disalib, Yesus Buktikan Kuasa-Nya ::</title>
		<link>http://dolfis.wordpress.com/2011/05/05/meski-disalib-yesus-buktikan-kuasa-nya/</link>
		<comments>http://dolfis.wordpress.com/2011/05/05/meski-disalib-yesus-buktikan-kuasa-nya/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 04 May 2011 17:42:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dolfis</dc:creator>
				<category><![CDATA[:: Hukum Kasih]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dolfis.wordpress.com/?p=1014</guid>
		<description><![CDATA[Pdt. Bigman Sirait MANUSIAagal mengenali kebenaran. Itulah yang tergambar dalam Lukas 23: 35 &#8211; 43. Yesus, anak Allah  yang tersalib itu dicemooh. Kala itu, bahkan pemimpin agama, gagal mengenal Yesus. Di masa kini pun, mungkin ada pendeta yang tidak mengenal Dia dengan baik.  Hamba Tuhan berkhotbah tentang Dia, tetapi belum tentu melakukan apa yang Dia [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dolfis.wordpress.com&amp;blog=1043731&amp;post=1014&amp;subd=dolfis&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify"><strong><span style="color:#000080;">Pdt. Bigman Sirai</span>t</strong></p>
<p align="justify"><strong><br />
</strong></p>
<p align="justify"><span style="color:#000000;"><strong>MANUSIA</strong>agal mengenali kebenaran. Itulah yang tergambar dalam Lukas 23: 35 &#8211; 43. Yesus, anak Allah  yang tersalib itu dicemooh. Kala itu, bahkan <img class="alignleft" title="Penyaliban" src="http://reformata.com/includes/image.php?m=news&amp;id=5637&amp;w=298&amp;h=220" alt="" width="297" height="219" />pemimpin agama, gagal mengenal Yesus. Di masa kini pun, mungkin ada pendeta yang tidak mengenal Dia dengan baik.  Hamba Tuhan berkhotbah tentang Dia, tetapi belum tentu melakukan apa yang Dia mau. Bahkan mungkin ada yang memperjualbelikan nama Yesus, mencari keuntungan dalam nama Yesus.</span></p>
<p align="justify"><span style="color:#000000;">Ketika Yesus disalib, para ahli Taurat berteriak, “Hei, Engkau, katanya Mesias, maka selamatkan dirimu!” Tragis dan ironis. Para tentara juga turut mengejek, lalu memberikan anggur asam kepada-Nya. Anggur asam punya dua fungsi. Kalau diminum bisa membuat rasa sakit berkurang, tetapi di lain sisi membuat orang lebih lama menderita. Mereka memberi Yesus anggur asam supaya Dia lebih lama menderita. Jika Yesus lebih lama tergantung di salib, orang-orang akan lebih lama menikmati “tontonan” itu. Sadis dan maniak!</span></p>
<p align="justify"><span style="color:#000000;">Ahli Taurat, tentara, dan orang banyak menjadikan Yesus yang tersalib hanya sebagai tontonan. Menyedihkan. Padahal di antara mereka mungkin banyak yang pernah merasakan mukjizat “lima roti dan dua ikan”. Mungkin ada yang menyaksikan Yesus membangkitkan Lazarus, menyembuhkan orang sakit, membuat orang buta bisa melihat, orang lumpuh berjalan. Sekarang mereka menonton-Nya. Cepat sekali mereka berubah. Tapi itulah manusia. Kemarin mereka berteriak-teriak, “Yesus tolong sembuhkan kami”. Sekarang mereka hanya melipat tangan sambil menonton Yesus tersalib.</span></p>
<p align="justify"><span style="color:#000000;">Ketika orang ramai mengolok-olok, di sisi kiri dan kanan Yesus terjadi  perdebatan antara dua penjahat yang juga disalibkan. Yang satu berkata, “Hei, kalau Kau anak Allah, selamatkan diri-Mu dan juga kami”. Penjahat yang satu lagi langsung menegur, “Jangan berkata begitu. Kita ini layak disalib, karena setimpal dengan kesalahan kita, tetapi Dia tidak bersalah”.</span></p>
<p align="justify"><span style="color:#000000;">Mengejutkan. Seorang penjahat bisa simpati kepada Yesus, sementara imam-imam, ahli-ahli Taurat itu, yang selalu bicara agama itu, malah menyalibkan Yesus. Bagaimana penjahat ini memiliki kesadaran? Kasih Kristus menuntun orang untuk memiliki kesadaran, sehingga tahu kesalahan dan kekurangannya. Itu sensitivitas yang selalu ada pada anak-anak Tuhan, sekaligus menjadi keunggulan. Kesadaran itu menjadi sensor yang membuat kita peka terhadap sebuah situasi, dan apa yang harus kita kerjakan dalam  hidup. Dan penjahat yang satu ini mendapatkannya. Ia tahu siapa dirinya dan berkata, “Kitalah yang layak dihukum setimpal dengan kesalahan kita”.</span></p>
<p align="justify"><span style="color:#000000;">Di sini kita bisa melihat kedua penjahat itu menjadi gambaran orang berdosa, sama-sama orang celaka, sama-sama orang jahat. Tetapi yang satu mendengar Yesus dengan nalarnya,  tetapi yang satu lagi mendekati Yesus dengan cinta kasihnya karena kuasa Tuhan yang menariknya. Semua orang bisa bereaksi kepada Yesus, tetapi berbeda kualitasnya. Semua orang bisa datang kepada Yesus, tetapi beda sikapnya. Semua orang boleh melayani Yesus tetapi berbeda motivasi. Ada yang melayani dengan segenap hati, melakukan apa yang Tuhan mau. Tetapi ada juga orang yang melayani Yesus dengan hitung-hitungan. Dia sebut nama Yesus tetapi sebetulnya tidak penting nama itu baginya. Yang penting orang menghormati dirinya.</span></p>
<p align="justify"><span style="color:#000000;"><strong>Di  Firdaus</strong></span><br />
<span style="color:#000000;"> Ketika penjahat itu berkata, “Yesus, ingatlah aku jika Engkau datang sebagai raja”, Yesus menjawab, “Hari ini juga engkau bersama-Ku di dalam Firdaus”. Dan hari itu juga orang itu mendapatkan keselamatan, suka cita, Dia ada di Firdaus.</span><br />
<span style="color:#000000;"> Yesus menyelamatkan orang dari kayu salib. Dia tidak kalah sekalipun tersalib. Kalau Dia kalah tak mungkin menyelamatkan orang lain. Kalau Dia kalah tak mungkin Dia bisa menjanjikan Firdaus. Maka, salib itu hebat, unggul, luar biasa, agung. Salib tidak punya kelemahan, tak kenal kekalahan, justru keunggulan. Itu yang ada dan tampak nyata di kayu salib. Salib itu sangat ajaib.</span><br />
<span style="color:#000000;"> Waktu Yesus menyatakan, “Hari ini engkau bersamaku di dalam Firdaus”, maka pada saat itu juga kita mendapatkan Firdaus itu. Kalau kita percaya Yesus, hari ini juga kita berada di Firdaus. Hari ini artinya saat ini!</span></p>
<p align="justify"><span style="color:#000000;">Nah kalau kita sadar betul sebagai orang yang diselamatkan Tuhan, Dia sudah berkata, “Hari ini engkau bersama-Ku di Firdaus”, dan kita sedang berjalan menuju surga. Maka waktu berjalan menuju surga hati kita suka cita luar biasa. Kalau ada persoalan apa pun kita menjadi kuat menanggungnya. Paulus mengatakan, “Hidupku Kristus, mati keuntungan”. Karena mati berarti kita tiba di surga.</span><br />
<span style="color:#000000;"> Ketika Yesus berkata, “Hari ini engkau ada bersama-Ku dalam Firdaus”, di situ Yesus membuktikan keilahian-Nya. Yesus anak Allah yang hidup. Meski disalib, Ia selamatkan manusia. Dia menyelamatkan kita yang justru menyalibkan-Nya. Dia menyelamatkan kita yang melawan-Nya. Betapa Dia baik. Kalau di hati kita hidup kasih-Nya, dan Ia membimbing kita, mari kita pakai hidup kita untuk menyenangkan Dia.</span><br />
<span style="color:#000000;"> Maka apa pun yang terjadi pada diri kita, jangan pernah takut, kalau hidup bersama Dia. Sekalipun ketakutan menyergap, berdoalah, “Yesus ingat aku, tolong aku”.  Jujurlah kepada Dia jika sedang takut maka Dia akan menolong. Hidup kita penuh pertarungan, tetapi jangan takut, sebab Yesus telah berjanji akan menyertai kita sampai akhir jaman. Biarlah kita menjadi pemenang dalam pergumulan hidup.</span></p>
<p align="justify"><span style="color:#000000;">Maka mari kita pakai seluruh kemungkinan kerja, karya, biar Tuhan dimuliakan dan diagungkan. Dan kita menjadi kuat dengan mengingat selalu nama yang ajaib itu, nama Yesus itu. Dia menyertai hingga kesudahan jaman ini. Dunia-surga adalah perjalanan yang penuh pertarungan, tetapi jangan menjual surga untuk dunia. Jangan pula pernah takut terhadap ancaman dunia. Karena perlindungan sudah jauh lebih luar biasa.     Tuhan menolong, memimpin dan memberkati kita. Biarlah kita melakukan apa yang menjadi kehendak-Nya. Apa yang ada dalam hidupmu, pakailah untuk melayani Dia. Ingat, engkau tidak akan miskin atau menjadi pecundang karena melayani Tuhan. Tuhan bisa pakai dengan banyak cara, terserah Dia mau pakai kita sebagai apa.  (Dirigkas dari CD khotbah oleh Hans P. Tan)</span></p>
<p align="justify"><span style="color:#000000;">Sumber :</span> (<a href="http://reformata.com/05637-meski-disalib-yesus-buktikan-kuasa-nya.html">http://reformata.com/05637-meski-disalib-yesus-buktikan-kuasa-nya.html</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dolfis.wordpress.com/1014/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dolfis.wordpress.com/1014/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dolfis.wordpress.com/1014/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dolfis.wordpress.com/1014/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dolfis.wordpress.com/1014/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dolfis.wordpress.com/1014/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dolfis.wordpress.com/1014/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dolfis.wordpress.com/1014/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dolfis.wordpress.com/1014/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dolfis.wordpress.com/1014/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dolfis.wordpress.com/1014/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dolfis.wordpress.com/1014/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dolfis.wordpress.com/1014/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dolfis.wordpress.com/1014/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dolfis.wordpress.com&amp;blog=1043731&amp;post=1014&amp;subd=dolfis&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dolfis.wordpress.com/2011/05/05/meski-disalib-yesus-buktikan-kuasa-nya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/25d62bcab0a4112f1cf7bcbe41437c9b?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dolfis</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://reformata.com/includes/image.php?m=news&#38;id=5637&#38;w=298&#38;h=220" medium="image">
			<media:title type="html">Penyaliban</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>:: Hukum Kasih ::</title>
		<link>http://dolfis.wordpress.com/2011/02/12/hukum-kasih/</link>
		<comments>http://dolfis.wordpress.com/2011/02/12/hukum-kasih/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 12 Feb 2011 06:41:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dolfis</dc:creator>
				<category><![CDATA[:: Hukum Kasih]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dolfis.wordpress.com/?p=502</guid>
		<description><![CDATA[Inti Ajaran &#8220;Tuhan Yesus&#8221; Jawab Yesus kepadanya: &#8220;Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu.  Itulah hukum yang terutama dan yang pertama. Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.  Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dolfis.wordpress.com&amp;blog=1043731&amp;post=502&amp;subd=dolfis&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h1><span class="Apple-style-span" style="color:#000080;"><strong>Inti Ajaran &#8220;Tuhan Yesus&#8221;</strong></span></h1>
<p><span class="Apple-style-span" style="color:#000080;"><strong><br />
</strong></span></p>
<p><strong>Jawab Yesus kepadanya:</strong><span style="color:#333399;"> &#8220;<em>Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu.  Itulah hukum yang terutama dan yang pertama. Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.  Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.&#8221;</em></span></p>
<p><a href="http://dolfis.files.wordpress.com/2011/02/lewi.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-505" title="Lewi" src="http://dolfis.files.wordpress.com/2011/02/lewi.jpg?w=300&#038;h=300" alt="" width="300" height="300" /></a><span style="color:#000000;"><strong>Hukum Kasih</strong> atau <strong>Hukum yang terutama</strong> adalah inti ajaran <a title="Yesus Kristus" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Yesus_Kristus"><span style="color:#000000;">Yesus Kristus</span></a> yang terdapat pada ketiga <a title="Injil Sinoptik" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Injil_Sinoptik"><span style="color:#000000;">Injil Sinoptik</span></a>: <a title="Injil Matius" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Injil_Matius"><span style="color:#000000;">Matius</span></a> <a href="http://alkitab.sabda.org/bible.php?lang=id&amp;ver=tb&amp;book=Matius&amp;chapter=22#37"><span style="color:#000000;">22:37-40</span></a>, <a title="Injil Markus" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Injil_Markus"><span style="color:#000000;">Markus</span></a> <a href="http://alkitab.sabda.org/bible.php?lang=id&amp;ver=tb&amp;book=Markus&amp;chapter=12#28"><span style="color:#000000;">12:28-34</span></a>, dan <a title="Injil Lukas" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Injil_Lukas"><span style="color:#000000;">Lukas</span></a> <a href="http://alkitab.sabda.org/bible.php?lang=id&amp;ver=tb&amp;book=Lukas&amp;chapter=10#25"><span style="color:#000000;">10:25-28</span></a>.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Hukum ini diungkapkan Yesus ketika ada orang-<a title="Orang Farisi (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Orang_Farisi&amp;action=edit&amp;redlink=1"><span style="color:#000000;">orang Farisi</span></a> yang ingin mencobai Yesus dan menanyakan &#8220;Guru, hukum manakah yang terutama dalam <a title="Hukum Taurat (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Hukum_Taurat&amp;action=edit&amp;redlink=1"><span style="color:#000000;">hukum Taurat</span></a>?&#8221; (<a href="http://alkitab.sabda.org/?Matius+22%3A36"><span style="color:#000000;">Matius 22:36</span></a>)</span></p>
<h2></h2>
<h2><span style="color:#000000;"><strong>Hukum yang terutama</strong></span></h2>
<ul>
<li><span style="color:#000000;"><strong><span style="text-decoration:underline;">Perumpamaan orang Samaria yang murah hati</span></strong></span></li>
</ul>
<p style="padding-left:30px;"><span style="color:#000000;"><strong>Orang Samaria yang murah hati</strong> adalah sebuah <a title="Perumpamaan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Perumpamaan"><span style="color:#000000;">perumpamaan</span></a> yang diajarkan oleh <a title="Yesus" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Yesus"><span style="color:#000000;">Yesus</span></a> kepada murid-muridnya. Kisah ini tercantum di dalam <a title="Injil Lukas" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Injil_Lukas"><span style="color:#000000;">Lukas</span></a> <a href="http://alkitab.sabda.org/bible.php?lang=id&amp;ver=tb&amp;book=Lukas&amp;chapter=10#25"><span style="color:#000000;">10:25-37</span></a>. Perumpamaan ini menggambarkan cinta kasih yang tidak terbatas, bahkan cinta kasih kepada orang yang membenci sekalipun. Cerita ini penting, sebab ini adalah salah satu asas atau dasar <a title="Agama" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Agama"><span style="color:#000000;">agama</span></a> <a title="Kristen" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kristen"><span style="color:#000000;">Kristen</span></a> yaitu: <a title="Cinta kasih sesama (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Cinta_kasih_sesama&amp;action=edit&amp;redlink=1"><span style="color:#000000;">cinta kasih sesama</span></a>.</span></p>
<ul>
<li><span style="color:#000000;"><strong><span style="text-decoration:underline;">Orang Samaria yang murah hati</span></strong></span></li>
</ul>
<p style="padding-left:30px;"><span style="color:#000000;">Yesus mengisahkan cerita ini kepada seorang ahli <a title="Taurat" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Taurat"><span style="color:#000000;">Taurat</span></a> yang menanyakan kepadanya, apa yang harus diperbuatnya untuk mendapatkan hidup kekal.</span></p>
<p style="padding-left:30px;"><span style="color:#000000;">Maka ujar Yesus sambil kata-Nya, &#8220;Bahwa adalah seorang yang turun dari <a title="Yerusalem" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Yerusalem"><span style="color:#000000;">Yerusalem</span></a> ke <a title="Yerikho" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Yerikho"><span style="color:#000000;">Yerikho</span></a>; maka jatuhlah ia ke tangan penyamun, yang merampas pakaiannya serta memukul dia, lalu pergi meninggalkan dia hampir mati. Kebetulan turunlah dengan jalan itu juga seorang imam; apabila dilihatnya dia, maka menyimpanglah ia melintas dia.</span></p>
<p style="padding-left:30px;"><span style="color:#000000;">Sedemikianpun seorang suku bangsa <a title="Lewi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Lewi"><span style="color:#000000;">Lewi</span></a>, apabila sampai ke tempat itu serta terpandang akan dia, maka menyimpanglah ia melintas dia. Tetapi seorang <a title="Samaria" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Samaria"><span style="color:#000000;">Samaria</span></a>, yang sedang berjalan datang ke tempat ia terhantar; apabila terpandang akan dia, maka jatuhlah kasihannya, lalu ia menghampiri dia serta membebatkan lukanya, sambil menuang minyak dan air anggur ke atasnya; setelah itu ia pun menaikkan dia ke atas keledainya sendiri, lalu membawa dia ke rumah tumpangan, serta membela dia. Pada keesokan harinya dikeluarkannya dua dinar, diberikannya kepada tuan rumah tumpangan itu sambil katanya: Belakanlah dia, dan barang apa yang engkau belanjakan lebih daripada itu aku ganti, apabila aku datang kembali.&#8221;</span></p>
<h2></h2>
<h2 style="padding-left:30px;"><span style="color:#800000;"><span style="color:#ff0000;"><strong><span style="text-decoration:underline;">Arti Firman Di Dalam Alkitab</span></strong></span><strong></strong></span></h2>
<p style="padding-left:30px;"><span style="text-decoration:underline;color:#800000;">Orang Samaria adalah orang yang dimusuhi dan dibenci oleh orang Yahudi. Karena itu, si korban dalam kisah Yesus ini sama sekali tidak mengharapkan pertolongannya, namun dari ketiga orang yang melihatnya, justru orang inilah yang turun tangan dan bersedia menolongnya.</span></p>
<p style="padding-left:30px;"><span style="text-decoration:underline;color:#800000;">Frase &#8220;orang Samaria yang murah hati&#8221; menjadi ungkapan sehari-hari bagi seseorang yang bersedia menolong orang lain &#8211; bahkan yang tidak dikenal sekalipun &#8211; tanpa pamrih.</span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dolfis.wordpress.com/502/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dolfis.wordpress.com/502/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dolfis.wordpress.com/502/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dolfis.wordpress.com/502/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dolfis.wordpress.com/502/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dolfis.wordpress.com/502/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dolfis.wordpress.com/502/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dolfis.wordpress.com/502/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dolfis.wordpress.com/502/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dolfis.wordpress.com/502/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dolfis.wordpress.com/502/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dolfis.wordpress.com/502/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dolfis.wordpress.com/502/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dolfis.wordpress.com/502/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dolfis.wordpress.com&amp;blog=1043731&amp;post=502&amp;subd=dolfis&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dolfis.wordpress.com/2011/02/12/hukum-kasih/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/25d62bcab0a4112f1cf7bcbe41437c9b?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dolfis</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://dolfis.files.wordpress.com/2011/02/lewi.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Lewi</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
