Pemda Maluku Akan Kaji Usulan Penyiaran Lewat Satelit
Pemerintah Maluku akan mengkaji berbagai usulan yang dibuat oleh Dinas Informasi dan Komunikasi (Infokom) Provinsi Maluku, kemudian kerjasama dengan Departemen Dalam Negeri (Depdagri) untuk menggunakan satelit yang ada di Indonesia sebagai penyaluran berbagai informasi kepada masyarakat.Bentuk kerjasama di Bidang informasi dan komunikasi ini adalah dalam rangka penyampaian informasi kepada public.
Pemerintah Maluku akan mengkaji berbagai usulan yang dibuat oleh Dinas Informasi dan Komunikasi (Infokom) Provinsi Maluku, kemudian kerjasama dengan Departemen Dalam Negeri (Depdagri) untuk menggunakan satelit yang ada di Indonesia sebagai penyaluran berbagai informasi kepada masyarakat.
Bentuk kerjasama di Bidang informasi dan komunikasi ini adalah dalam rangka penyampaian informasi kepada public.
Menurut rencananya, untuk menyikapi berbagai kebijakan pemerintah yang berhubungan dengan pelayanan publik dalam pelaksanaan pembangunan nasional dan terciptanya di tahun 2015 mendatang.
Hal ini dikatakan Wakil Gubernur Maluku, Drs. A. M. Latuconsina, kepada wartawan usai pembukaan Rapat Koordinasi (Rakor) Dinas Infokom se-Maluku di aula Dinas Infokom pekan kemarin.
Menurutnya, sebagai wacana yang dibangun untuk melaksanakan sebuah informasi lewat satelit itu tidaklah mudah, karena itu membutuhkan dana yang tidak sedikit.
“Biaya yang dibutuhkan dalam melaksanakan penyiaran lewat satelit itu tidak sedikit. Itu memakan biaya dan jumlahnya miliaran rupiah,” terangnya sembari mengusulkan, kalau ada usulan yang demikian adalah merupakan nantinya akan dikaji oleh Pemda Maluku untuk tahun 2007 melaksanakannya. Tetapi mengingat ditahun ini ada momen setingkat nasional yang akan dilaksanakan di Maluku yaitu Harganas dan Lasqi, yang memerlukan dana cukup besar.
Menyinggung tenaga yang akan mengoperasi peralatan tersebut, Latuconsina menjelaskan, hingga sekarang ini masih membutuhkan tenaga yang bebas dari ikatan suatu lembaga, agar pengoperasian peralatan dengan tenaga yang professional di bidangnya otomatis tidak memberatkan. Apalagi ditunjang pembayaran honornya yang memadai.
Ditemui wartawan di tempat yang sama, Kepala Dinas Infokom Maluku, Dra. L. Ulahayanan menguatkan pernyataan yang disampaikan Wakil Gubernur, dengan mempermasalahkan tenaga sumber daya manusia (SDM) yang dibutuhkan dalam pengelolaan dan mengoperasikan sarana dimaksud.
Dikatakan, pengetahuan tentang Ilmu Teknologi (IT) ini masih minim, oleh tenaga-tenaga yang sementara dimiliki, walaupun Dinas Infokom Maluku pernah mendatangkan tenaga dari luar daerah untuk melatih tanaga yang pihaknya miliki.
Olehnya itu, dirinya selalu berusaha untuk melaksanakan yang terbaik, dalam mengelolah teknologi tersebut, karena perijinan yang diterbitkan pada Departemen Infokom Pusat, sudah siap, hanya tinggal pengusulannya saja untuk mendapatkannya.
Dengan demikian dimintakan dari kabupaten/kota, secepatnya memasukan usulannya untuk mendapatkan domine dari Depkom-Info Pusat.
———————————————————————————————————————————————————
OLIMPIADE MSK TINGKAT PELAJAR SE-MALUKU DIBUKA WAKIL GUBERNUR MALUKU
Olimpiade Matematika dan Statistik Komputer (MSK) merupakan event kompetisi di bidang olah pikir, olah kecerdasan dan olah kemampuan ilmu pengetahuan untuk mendapatkan bibit-bibit unggul dalam bidang Matematika, Statistika dan Komputer. Bahkan event ini juga merupakan pembelajaran bagi pelajar dan para guru. Demikian dikatakan Wakil Gubernur Maluku Drs. M.A. Latuconsina saat membuka secara resmi Olimpiade Matematika dan Statistik Komputer (MSK) Tingkat Pelajar se-Maluku (4/4) bertempat di Aula Universitas Pattimura Ambon.Dikatakan, perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi dapat mempengaruhi kehidupan masyarakat. Oleh karena itu syarat mutlak masyarakat khususnya pelajar, jika tidak ingin tertinggal dalam era teknologi maka harus menyerap ilmu matematika sendiri secara baik sebagai salah satu ilmu dasar yang merupakan pilar perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi yang dianggap sulit.Menurut Wakil Gubernur, Olimpiade ini merupakan sarana komunikasi antara pelajar dengan mahasiswa serta guru dengan dosen, dengan demikian dapat terjadi transfer pengetahuan sehingga event ini bisa melahirkan bibit unggul yang kemudian bisa bertarung di level nasional maupun internasional. Untuk itu Latuconsina harapkan Olimpiade ini dapat menjadi pemicu untuk menumbuhkan semangat berkompetisi dan kemampuan pengetahuan para pelajar, sehingga akan berguna bagi diri sendiri, keluarga, masyarakat dan bangsa. Kegiatan Olimpiade Matematika dan Statistik Komputer (MSK) ini diikuti oleh 743 pelajar se-Maluku mulai dari tingkat SD sampai tingkat SMA bertujuan guna meningkatkan intelegensi dan kemampuan para pelajar.
Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana G.J. Tamaela, MSi mengatakan “Tujuan dari kegiatan tersebut, untuk memberikan kontribusi dalam rangka pengembangan Matematika guna meningkatkan dan mengarahkan potensi SDM di Maluku. Di samping itu, memberikan bekal bagi para pelajar sebagai potensi Sumber Daya Masyarakat Ilmiah yang berminat mengembangkan ilmu dasar, menumbuhkan sifat berkompetisi yang sehat di kalangan pelajar di Maluku pada khususnya dan masyarakat Maluku umumnya sekaligus meningkatkan apresiasi masyarakat Maluku terhadap kegiatan segenap Sivitas Akademika Jurusan Matematika F-MIPA Unpatti. Menurut Tamaela, kegiatan Olimpiade ini dibagi dalam dua tahapan. Kategori Olimpiade IPA diikuti oleh tingkat SD, Statistika oleh tingkat SMP dan Komputer oleh tingkat SMA. Sedangkan Olimpiade Matematika tingkat SD, SMP dan SMA bertambah satu babak yang disebut dengan babak Spektakuler.
———————————————————————————————————————————————————-
Profil Maurits Wattimena S.Kom Tentang Kecintaannya Terhadap Kemajuan IT di Maluku
Pertama Kali saya lulus beasiwa untuk Sekolah Ke Rusia, Tidak ada kata lain yang saya ucapkan hanya “TERIMA KASIH BUAT TUHAN YESUS” Sudah beri saya kesempatan untu bersekolah di Rusia. Tanggal 9 November 2006 merupakan hari yang sangat bersejarah buat saya dimana untuk pertama kalinya saya tiba di Rusia, tepatnya di Moscow setelah melewati penerbangan yang sangat jauh dari Jakarta. Saya sangat takjub dengan rusia, ibarat “DREAM COME TRUE” itulah kata yang tepat yang saya ucapkan.
Kemudian saya melanjutkan perjalanan ke Saint Peterburg. Dikota Inilah saya akan berjuang selama 3 tahun untuk menyelesaikan Studi Magister saya. Saya diterima di Saint Petersburg Electrotechnical University “LETI”. Faculty of Computing Technologies and Informatics , dan Jurusan yang saya ambil yaitu Computer Complexex, Security and Networking. Saya tinggal di asrama dan bersama dengan mahasiswa dari Cina. Buat saya Sekolah di Rusia ibarat kita ditempa dengan sebuah cobaan yang sangat besar, karena Dibalik Cobaan dan Rintangan yang kita hadapi disitulah kita kan menjadi kuat didalam memasuki dunia persaingan yang akan datang.
Mungkin saya belum bisa menulis kesan yang banyak, karena saya baru memulai semuanya itu tetapi, yang ingin saya katakan bahwa di Negeri ini saya ditempatkan, Dan dinegeri ini pula saya akan membawa sebuah kemenangan besar yang akan saya persembahkan buat Bangsa Indonesia umumnya dan Provinsi Maluku khususnya dan terlebih khusus lagi buat Politeknik Negeri ambon. Saran saya buat yang mau melanjutkan kuliah di Rusia, “MAJU TERUS KARNA KITA ADALAH PEMENANG” dan Buat Anak MALUKU “MARI KATONG BELAJAR DARI YANG TERBAIK SUPAYA KATONG DAPAT MEMBANGUN KATONG PUNYA PROVINSI BIAR SEJAJAR DENGAN PROVINSI LAIN DI INDONESIA”
———————————————————————————————————————————————————
0 Tanggapan ke “Tampa Tabaos”
Tinggalkan Balasan
Anda harus login untuk menuliskan komentar.